Sistem Pernafasan Manusia
Devinisi
Ø Sistem pernapasan
atau sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas.
Pada hewan berkaki empat, sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang
digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran
gas. Diafragma menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya. Berbagai variasi
sistem pernapasan ditemukan pada berbagai jenis makhluk hidup. Bahkan pohon pun
memiliki sistem pernapasan.
Pernapasan adalah kegiatan makhluk hidup yang sangat penting.
Pernahkah kamu berpikir apa yang terjadi seandainya kita sulit bernapas ?
Kita tahu bahwa manusia telah dilengkapi oleh alat yang mampu menghirup udara,
sehingga kebutuhan akan oksigen terpenuhi, karena tanpa oksigen aktivitas dalam
tubuh makhluk hidup tidak dapat berlangsung.
Organ-organ apa saja yang berperan dalam pernafasan? Bagaimana kita bernapas
dan mendapatkan oksigen ? Gangguan apa saja yang terjadi dalam sistem
pernapasan? Semua akan terjawab dengan mempelajari modul ini.
v Pernapasan adalah :
Kegiatan mengambil udara (inspirasi) dan mengeluarkan udara
(ekspirasi) melalui alat pernapasan.
Pertukaran gas antara sel dengan lingkungan (respirasi
eksternal).
Reaksi enzimatik, pemanfaatan oksigen memerlukan enzim
pernapasan (sitokrom).
Ø Mekanisme Respirasi
Meliputi proses :
Inspirasi yaitu pemasukan udara ke paru-paru
Ekspirasi yaitu
pengeluaran udara dari paru-paru
Proses inspirasi dan ekspirasi melibatkan kontraksi relaksasi otot-otot tulang
rusuk dan otot diafragma.
Adapun macam - macam pernafasan antara lain :
1. Pernapasan Dada
Pernapasan dada berlangsung dalam 2 tahap, yaitu :
Inspirasi, terjadi bila otot antar tulang rusuk
luar berkontraksi, tulang rusuk terangkat, volume rongga dada membesar,
paru-paru mengembang, sehingga tekanan udaranya menjadi lebih kecil dari udara
atmosfer, sehingga udara masuk.
Ekspirasi, terjadi bila otot antar tulang rusuk
luar berelaksasi, tulang rusuk akan tertarik ke posisi semula, volume
rongga dada mengecil, tekanan udara rongga dada meningkat, tekanan udara dalam
paru-paru lebih tinggi dari udara atmosfer, akibatnya udara keluar.
2. Pernapasan perut
Pernapasan perut berlangsung dalam dua tahap, yaitu :
Inspirasi, terjadi bila otot diafragma berkontraksi,
diafragma mendatar mengakibatkan volume rongga dada membesar sehingga tekanan
udaranya mengecil dan diikuti paru-paru yang mengembang mengakibatkan tekanan
udaranya lebih kecil dari tekanan udara atmosfer dan udara masuk.
Ekspirasi, diawali dengan otot diafragma berelaksasi dan
otot dinding perut berkontraksi menyebabkan diafragma terangkat dan melengkung
menekan rongga dada, sehingga volume rongga dada mengecil dan tekanannya
meningkat sehingga udara dalam paru-paru keluar.
Pernapasan perut umumnya terjadi saat tidur.
Inspirasi
Tahap inspirasi terjadi akibat otot tulang rusuk dan
diafragma berkontraksi. Volume rongga dada dan paru-paru meningkat ketika
diafragma bergerak turun ke bawah dan sangkar tulang rusuk membesar. Tekanan
udara dalam paru-paru akan turun di bawah tekanan udara atmosfer, dan udara
akan mengalir ke dalam paru-paru.
Ekspirasi
Tahap ekspirasi terjadi akibat otot tulang rusuk dan
diafragma berelaksasi. Volume rongga dada dan paru-paru
mengecil ketika diafragma bergerak naik dan sangkar tulang rusuk mengecil.
Tekanan udara dalam paru-paru akan naik melebihi tekanan udara atmosfer, dan
udara akan mengalir keluar dari paru-paru.
Organ-Organ Sistem Pernafasan Manusia
Organ-organ pernafasan manusia terdiri dari :
Hidung
Faring
Laring
Trakea
Bronkus
Bronkiolus
Alve
Hidung
· Hidung adalah bagian yang paling
menonjol di wajah, yang berfungsi menghirup udara pernafasan, menyaring
udara,menghangatkan udara pernafasan, juga berperan dalam resonansi suara.
Hidung merupakan alat indera manusia yang menanggapi rangsang
berupa bau atau zat kimia yang berupa gas. Di dalam rongga hidung terdapat
serabut saraf pembau yang dilengkapi dengan sel-sel pembau. setiap sel pembau
mempunyai rambut - rambut halus(silia olfaktori)di ujungnya dan diliputi oleh
selaput lendir yang berfungsi sebagai pelembab dan untuk menyaring udara yang
masuk ke dalam rongga hidung.
· Faring
Faring (tekak) merupakan persimpangan antara kerongkongan dan
tenggorokan. Terdapat katup yang disebut epiglotis (anak tekak)
berfungsi sebagai pengatur jalan masuk ke kerongkongan dan tenggorokan.
Pernahkah kalian tersedak makanan ? Coba pikirkan apa penyebabnya ?
· Laring
Laring adalah pangkal tenggorokan, terdiri atas kepingan
tulang rawan membentuk jakun dan terdapat celah menuju batang tenggorok
(trakea) disebut glotis, di dalamnya terdapat pita suara dan beberapa otot
yang mengatur ketegangan pita suara sehingga timbul bunyi.Berfungsi untuk
menyalurkan udara dari faring ke trakea.
· Trakea
Berupa pipa yang dindingnya terdiri atas 3 lapisan, yaitu
lapisan luar terdiri atas jaringan ikat, lapisan tengah terdiri atas otot polos
dan cincin tulang rawan, dan lapisan dalam terdiri atas jaringan epitelium
besilia. Terletak di leher bagian depan kerongkongan.
· Bronkus
Merupakan percabangan trakea yang menuju
paru-paru kanan dan kiri. Struktur bronkus sama dengan trakea, hanya dindingnya
lebih halus. Kedudukan bronkhus kiri lebih mendatar dibandingkan bronkus kanan,
sehingga bronkhus kanan lebih mudah terserang penyakit.
· Bronkiolus
Bronkheolus adalah percabangan dari bronkhus, saluran ini
lebih halus dan dindingnya lebih tipis. Bronkheolus kiri berjumlah 2, sedangkan
kanan berjumlah 3, percabangan ini akan membentuk cabang yang lebih halus
seperti pembuluh.
· Alveolus
Berupa saluran udara buntu membentuk gelembung-gelembung
udara, dindingnya tipis setebal selapis sel, lembab dan berlekatan dengan
kapiler darah.
Alveolus berfungsi sebagai permukaan respirasi, luas total mencapai 100 m2 (50
x luas permukaan tubuh) cukup untuk melakukan pertukaran gas ke seluruh tubuh.
· Paru - Paru
Paru-paru terletak di dalam rongga dada.paru-paru ada dua
buah yaitu paru-paru kanan dan kiri. Paru-paru diselimuti oleh selaput
paru-paru (pleura).Perjumlah sepasang terletak di dalam rongga dada kiri dan
kanan. Paru-paru kanan memiliki 3 lobus (gelambir), sedangkan paru-paru kiri
memiliki 2 lobus (gelambir). Di dalam paru-paru ini terdapat alveolus yang
berjumlah ± 300 juta buah. Bagian luar paru-paru dibungkus oleh selaput
pleura untuk melindungi paru-paru dari gesekan ketika bernapas, berlapis 2 dan
berisi cairan.
Adapun macam - macam Kapasitas volum paru - paru saat
respirasi antara lain :
- Volume tidal : banyaknya udara yang masuk dan keluar paru-paru selama
pernafasan normal (500 ml)
- Volume tidal dipengaruhi :
Berat badan seseorang
Jenis kelamin
Usia
Kondisi fisik
Mekanisme Pertukaran Gas
Di dalam Alveolus, udara yang mengandung oksigen
dipertukarkan ke dalam darah. Sedangkan karbondioksida di dalam darah
dikeluarkan ke alveolus.
Pengangkutan O2
Pertukaran gas antara O2 dengan CO2 terjadi di dalam alveolus dan
jaringan tubuh, melalui proses difusi. Oksigen yang sampai di alveolus akan
berdifusi menembus selaput alveolus dan berikatan denganhaemoglobin (Hb)
dalam darah yang disebut deoksigenasi dan menghasilkan
senyawa oksihemoglobin (HbO) seperti reaksi berikut :
Sekitar 97% oksigen dalam bentuk senyawa oksihemoglobin,
hanya 2 – 3% yang larut dalam plasma darah akan dibawa oleh darah ke seluruh
jaringan tubuh, dan selanjutnya akan terjadi pelepasan oksigen secara difusi
dari darah ke jaringan tubuh, :
Adapun tahapan proses pengikatan oksigen sebagai berikut :
Alveolus memiliki O2 lebih tinggi dari pada O2 di
dalam darah.
O2 masuk ke dalam darah melalui difusi melewati membran
alveolus
Di dalam darah, O2 sebagian besar (98%) diikat oleh Hb
yang terdapat pada Eritrosit menjadi Oksihemoglobin (HbO2).
Selain diikat oleh Hb, sebagian kecil O2 larut di dalam
plasma darah (2%).
Setelah berada di dalam darah, O2 kemudian masuk ke
jantung melalui vena pulmonalis untuk diedarkan ke seluruh tubuh yang
membutuhkan.
Pengangkutan CO2
Karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari proses respirasi sel akan
berdifusi ke dalam darah yang selanjutnya akan diangkut ke paru-paru untuk
dikeluarkan sebagai udara pernapasan.
Ada 3 (tiga) cara pengangkutan CO2 :
Sebagai ion karbonat (HCO3), sekitar 60 – 70%.
Sebagai karbominohemoglobin (HbCO2), sekitar 25%.
Sebagai asam karbonat (H2CO3) sekitar 6 – 10%.
Adapun tahapan proses pengeluaran karbondioksida sebagai
berikut :
Di jaringan, CO2 lebih tinggi dibandingkan yang ada di
dalam darah.
Ketika O2 di dalam darah berdifusi ke jaringan, maka
CO2 di jaringan akan segera masuk ke dalam darah.
Ketika CO2 berada di dalam darah sebagian besar (70%)
CO2 akan diubah menjadi ion bikarbonat(HCO3–)
20% CO2 akan terikat oleh Hb pada Eritrosit.
Sedangkan 10% CO2 lainnya larut dalam plasma darah.
Di dalam darah, CO2 di bawa ke jantung, kemudian oleh
jantung CO2 dalam darah dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis.
Di paru-paru CO2 akan dikeluarkan dari tubuh melalui
ekspirasi
Kontrol Pernafasan
Pusat pengaturan pernafasan adalah medulla oblongata
dan pons. Dimana ketentuannya antara lain :
1.Respirasi normal antara 12–15 kali per menit.
2.Pada kondisi tertentu frekuensi respirasi dapat meningkat
atau menurun bergantung kondisi.
3.Yang menaikkan atau menurunkan kecepatan respirasi adalah
medulla oblongata dan pons.
Kelainan / Penyakit pada Sistem Respirasi
Sistem pernapasan dapat mengalami
berbagai gangguan, baik karena kelainan sistem pernapasan atau akibat infeksi
kuman. Beberapa jenis gangguan antara lain :
Asma/sesak napas, penyempitan saluran napas akibat otot polos
pembentuk dinding saluran terus berkontraksi, disebabkan alergi atau kekurangan
hormon adrenalin.
Asfiksi, gangguan pengangkutan dan penggunaan oksigen
oleh jaringan akibat tenggelam, pneumonia, keracunan CO.
Asidosis, akibat peningkatan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat
dalam darah
Wajah adenoid (wajah bodoh), penyempitan saluran
napas karena pembengkakan kelenjar limfa (polip), pembengkakan di tekak
(amandel).
Pneumonia, radang paru-paru akibat infeksi
bakteri Diplococcus pneumonia.
Difteri, penyumbatan faring/laring oleh lendir akibat infeksi
bakteriCorynebacterium diphteriae
Emfisema, menggelembungnya paru-paru akibat perluasan
alveolus berlebihan.
Tuberculosis (TBC), penyakit paru-paru akibat infeksi
bakteriMycobacterium tuberculosa.
Peradangan pada sistem pernapasan :
bronchitis, radang bronkhus.
laringitis, radang laring
faringitis, radang faring
pleuritis, radang selaput paru-paru
renitis, radang rongga hidung
sinusitis, radang pada bagian atas rongga hidung (sinus)
Kelainan pada sistem pernafasan menurut letaknya gangguannya
terdiri atas :
Gangguan/penyakit dinding alveolus
Gangguan/penyakit saluran pernapasan
Gangguan/penyakit sistem transportasi udara
Gangguan/penyakit dinding alveolus
Antara lain :
Pneumonia / Pnemonia, adalah suatu infeksi bakteri
diplococcus pneumonia yang menyebabkan peradangan pada dinding alveolus.
Tuberkolosis / TBC, merupakan penyakit yang disebabkan oleh
baksil yangmengakibatkan bintil-bintil pada dinding alveolus.
Masuknya air ke alveolus.
Gangguan/penyakit dinding alveolus
Antara lain :
Pneumonia / Pnemonia, adalah suatu infeksi bakteri
diplococcus pneumonia yang menyebabkan peradangan pada dinding alveolus.
Tuberkolosis / TBC, merupakan penyakit yang disebabkan oleh
baksil yangmengakibatkan bintil-bintil pada dinding alveolus.
Masuknya air ke alveolus.
Gangguan/penyakit sistem transportasi udara
Antara Lain :
Kontaminasi gas CO / karbon monoksida atau CN / sianida.
Kadar haemoglobin / hemoglobin yang kurang pada darah
sehingga menyebabkan tubuh kekurangan oksigen atau kurang darah alias anemia.
Ø Sistem pernapasan
atau sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas.
Pada hewan berkaki empat, sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang
digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran
gas. Diafragma menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya. Berbagai variasi
sistem pernapasan ditemukan pada berbagai jenis makhluk hidup. Bahkan pohon pun
memiliki sistem pernapasan.
Pernapasan adalah kegiatan makhluk hidup yang sangat penting.
Pernahkah kamu berpikir apa yang terjadi seandainya kita sulit bernapas ?
Kita tahu bahwa manusia telah dilengkapi oleh alat yang mampu menghirup udara, sehingga kebutuhan akan oksigen terpenuhi, karena tanpa oksigen aktivitas dalam tubuh makhluk hidup tidak dapat berlangsung.
Organ-organ apa saja yang berperan dalam pernafasan? Bagaimana kita bernapas dan mendapatkan oksigen ? Gangguan apa saja yang terjadi dalam sistem pernapasan? Semua akan terjawab dengan mempelajari modul ini.
Pernahkah kamu berpikir apa yang terjadi seandainya kita sulit bernapas ?
Kita tahu bahwa manusia telah dilengkapi oleh alat yang mampu menghirup udara, sehingga kebutuhan akan oksigen terpenuhi, karena tanpa oksigen aktivitas dalam tubuh makhluk hidup tidak dapat berlangsung.
Organ-organ apa saja yang berperan dalam pernafasan? Bagaimana kita bernapas dan mendapatkan oksigen ? Gangguan apa saja yang terjadi dalam sistem pernapasan? Semua akan terjawab dengan mempelajari modul ini.
v Pernapasan adalah :
Kegiatan mengambil udara (inspirasi) dan mengeluarkan udara
(ekspirasi) melalui alat pernapasan.
Pertukaran gas antara sel dengan lingkungan (respirasi
eksternal).
Reaksi enzimatik, pemanfaatan oksigen memerlukan enzim
pernapasan (sitokrom).
Ø Mekanisme Respirasi
Meliputi proses :
Inspirasi yaitu pemasukan udara ke paru-paru
Ekspirasi yaitu
pengeluaran udara dari paru-paru
Proses inspirasi dan ekspirasi melibatkan kontraksi relaksasi otot-otot tulang rusuk dan otot diafragma.
Adapun macam - macam pernafasan antara lain :
1. Pernapasan Dada
Pernapasan dada berlangsung dalam 2 tahap, yaitu :
Inspirasi, terjadi bila otot antar tulang rusuk
luar berkontraksi, tulang rusuk terangkat, volume rongga dada membesar,
paru-paru mengembang, sehingga tekanan udaranya menjadi lebih kecil dari udara
atmosfer, sehingga udara masuk.
Ekspirasi, terjadi bila otot antar tulang rusuk
luar berelaksasi, tulang rusuk akan tertarik ke posisi semula, volume
rongga dada mengecil, tekanan udara rongga dada meningkat, tekanan udara dalam
paru-paru lebih tinggi dari udara atmosfer, akibatnya udara keluar.
2. Pernapasan perut
Pernapasan perut berlangsung dalam dua tahap, yaitu :
Inspirasi, terjadi bila otot diafragma berkontraksi,
diafragma mendatar mengakibatkan volume rongga dada membesar sehingga tekanan
udaranya mengecil dan diikuti paru-paru yang mengembang mengakibatkan tekanan
udaranya lebih kecil dari tekanan udara atmosfer dan udara masuk.
Ekspirasi, diawali dengan otot diafragma berelaksasi dan
otot dinding perut berkontraksi menyebabkan diafragma terangkat dan melengkung
menekan rongga dada, sehingga volume rongga dada mengecil dan tekanannya
meningkat sehingga udara dalam paru-paru keluar.
Pernapasan perut umumnya terjadi saat tidur.
Pernapasan perut umumnya terjadi saat tidur.
Inspirasi
Tahap inspirasi terjadi akibat otot tulang rusuk dan
diafragma berkontraksi. Volume rongga dada dan paru-paru meningkat ketika
diafragma bergerak turun ke bawah dan sangkar tulang rusuk membesar. Tekanan
udara dalam paru-paru akan turun di bawah tekanan udara atmosfer, dan udara
akan mengalir ke dalam paru-paru.
Ekspirasi
Tahap ekspirasi terjadi akibat otot tulang rusuk dan
diafragma berelaksasi. Volume rongga dada dan paru-paru
mengecil ketika diafragma bergerak naik dan sangkar tulang rusuk mengecil.
Tekanan udara dalam paru-paru akan naik melebihi tekanan udara atmosfer, dan
udara akan mengalir keluar dari paru-paru.
Organ-Organ Sistem Pernafasan Manusia
Organ-organ pernafasan manusia terdiri dari :
Hidung
Faring
Laring
Trakea
Bronkus
Bronkiolus
Alve
Hidung
· Hidung adalah bagian yang paling
menonjol di wajah, yang berfungsi menghirup udara pernafasan, menyaring
udara,menghangatkan udara pernafasan, juga berperan dalam resonansi suara.
Hidung merupakan alat indera manusia yang menanggapi rangsang
berupa bau atau zat kimia yang berupa gas. Di dalam rongga hidung terdapat
serabut saraf pembau yang dilengkapi dengan sel-sel pembau. setiap sel pembau
mempunyai rambut - rambut halus(silia olfaktori)di ujungnya dan diliputi oleh
selaput lendir yang berfungsi sebagai pelembab dan untuk menyaring udara yang
masuk ke dalam rongga hidung.
· Faring
Faring (tekak) merupakan persimpangan antara kerongkongan dan
tenggorokan. Terdapat katup yang disebut epiglotis (anak tekak)
berfungsi sebagai pengatur jalan masuk ke kerongkongan dan tenggorokan.
Pernahkah kalian tersedak makanan ? Coba pikirkan apa penyebabnya ?
· Laring
Laring adalah pangkal tenggorokan, terdiri atas kepingan
tulang rawan membentuk jakun dan terdapat celah menuju batang tenggorok
(trakea) disebut glotis, di dalamnya terdapat pita suara dan beberapa otot
yang mengatur ketegangan pita suara sehingga timbul bunyi.Berfungsi untuk
menyalurkan udara dari faring ke trakea.
· Trakea
Berupa pipa yang dindingnya terdiri atas 3 lapisan, yaitu
lapisan luar terdiri atas jaringan ikat, lapisan tengah terdiri atas otot polos
dan cincin tulang rawan, dan lapisan dalam terdiri atas jaringan epitelium
besilia. Terletak di leher bagian depan kerongkongan.
· Bronkus
Merupakan percabangan trakea yang menuju
paru-paru kanan dan kiri. Struktur bronkus sama dengan trakea, hanya dindingnya
lebih halus. Kedudukan bronkhus kiri lebih mendatar dibandingkan bronkus kanan,
sehingga bronkhus kanan lebih mudah terserang penyakit.
· Bronkiolus
Bronkheolus adalah percabangan dari bronkhus, saluran ini
lebih halus dan dindingnya lebih tipis. Bronkheolus kiri berjumlah 2, sedangkan
kanan berjumlah 3, percabangan ini akan membentuk cabang yang lebih halus
seperti pembuluh.
· Alveolus
Berupa saluran udara buntu membentuk gelembung-gelembung
udara, dindingnya tipis setebal selapis sel, lembab dan berlekatan dengan
kapiler darah.
Alveolus berfungsi sebagai permukaan respirasi, luas total mencapai 100 m2 (50 x luas permukaan tubuh) cukup untuk melakukan pertukaran gas ke seluruh tubuh.
Alveolus berfungsi sebagai permukaan respirasi, luas total mencapai 100 m2 (50 x luas permukaan tubuh) cukup untuk melakukan pertukaran gas ke seluruh tubuh.
· Paru - Paru
Paru-paru terletak di dalam rongga dada.paru-paru ada dua
buah yaitu paru-paru kanan dan kiri. Paru-paru diselimuti oleh selaput
paru-paru (pleura).Perjumlah sepasang terletak di dalam rongga dada kiri dan
kanan. Paru-paru kanan memiliki 3 lobus (gelambir), sedangkan paru-paru kiri
memiliki 2 lobus (gelambir). Di dalam paru-paru ini terdapat alveolus yang
berjumlah ± 300 juta buah. Bagian luar paru-paru dibungkus oleh selaput
pleura untuk melindungi paru-paru dari gesekan ketika bernapas, berlapis 2 dan
berisi cairan.
Adapun macam - macam Kapasitas volum paru - paru saat
respirasi antara lain :
- Volume tidal : banyaknya udara yang masuk dan keluar paru-paru selama pernafasan normal (500 ml)
- Volume tidal dipengaruhi :
- Volume tidal : banyaknya udara yang masuk dan keluar paru-paru selama pernafasan normal (500 ml)
- Volume tidal dipengaruhi :
Berat badan seseorang
Jenis kelamin
Usia
Kondisi fisik
Mekanisme Pertukaran Gas
Di dalam Alveolus, udara yang mengandung oksigen
dipertukarkan ke dalam darah. Sedangkan karbondioksida di dalam darah
dikeluarkan ke alveolus.
Pengangkutan O2
Pertukaran gas antara O2 dengan CO2 terjadi di dalam alveolus dan jaringan tubuh, melalui proses difusi. Oksigen yang sampai di alveolus akan berdifusi menembus selaput alveolus dan berikatan denganhaemoglobin (Hb) dalam darah yang disebut deoksigenasi dan menghasilkan senyawa oksihemoglobin (HbO) seperti reaksi berikut :
Sekitar 97% oksigen dalam bentuk senyawa oksihemoglobin,
hanya 2 – 3% yang larut dalam plasma darah akan dibawa oleh darah ke seluruh
jaringan tubuh, dan selanjutnya akan terjadi pelepasan oksigen secara difusi
dari darah ke jaringan tubuh, :
Adapun tahapan proses pengikatan oksigen sebagai berikut :
Alveolus memiliki O2 lebih tinggi dari pada O2 di
dalam darah.
O2 masuk ke dalam darah melalui difusi melewati membran
alveolus
Di dalam darah, O2 sebagian besar (98%) diikat oleh Hb
yang terdapat pada Eritrosit menjadi Oksihemoglobin (HbO2).
Selain diikat oleh Hb, sebagian kecil O2 larut di dalam
plasma darah (2%).
Setelah berada di dalam darah, O2 kemudian masuk ke
jantung melalui vena pulmonalis untuk diedarkan ke seluruh tubuh yang
membutuhkan.
Pengangkutan CO2
Karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari proses respirasi sel akan berdifusi ke dalam darah yang selanjutnya akan diangkut ke paru-paru untuk dikeluarkan sebagai udara pernapasan.
Ada 3 (tiga) cara pengangkutan CO2 :
Karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari proses respirasi sel akan berdifusi ke dalam darah yang selanjutnya akan diangkut ke paru-paru untuk dikeluarkan sebagai udara pernapasan.
Ada 3 (tiga) cara pengangkutan CO2 :
Sebagai ion karbonat (HCO3), sekitar 60 – 70%.
Sebagai karbominohemoglobin (HbCO2), sekitar 25%.
Sebagai asam karbonat (H2CO3) sekitar 6 – 10%.
Adapun tahapan proses pengeluaran karbondioksida sebagai
berikut :
Di jaringan, CO2 lebih tinggi dibandingkan yang ada di
dalam darah.
Ketika O2 di dalam darah berdifusi ke jaringan, maka
CO2 di jaringan akan segera masuk ke dalam darah.
Ketika CO2 berada di dalam darah sebagian besar (70%)
CO2 akan diubah menjadi ion bikarbonat(HCO3–)
20% CO2 akan terikat oleh Hb pada Eritrosit.
Sedangkan 10% CO2 lainnya larut dalam plasma darah.
Di dalam darah, CO2 di bawa ke jantung, kemudian oleh
jantung CO2 dalam darah dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis.
Di paru-paru CO2 akan dikeluarkan dari tubuh melalui
ekspirasi
Kontrol Pernafasan
Pusat pengaturan pernafasan adalah medulla oblongata
dan pons. Dimana ketentuannya antara lain :
1.Respirasi normal antara 12–15 kali per menit.
2.Pada kondisi tertentu frekuensi respirasi dapat meningkat
atau menurun bergantung kondisi.
3.Yang menaikkan atau menurunkan kecepatan respirasi adalah
medulla oblongata dan pons.
Kelainan / Penyakit pada Sistem Respirasi
Sistem pernapasan dapat mengalami
berbagai gangguan, baik karena kelainan sistem pernapasan atau akibat infeksi
kuman. Beberapa jenis gangguan antara lain :
Asma/sesak napas, penyempitan saluran napas akibat otot polos
pembentuk dinding saluran terus berkontraksi, disebabkan alergi atau kekurangan
hormon adrenalin.
Asfiksi, gangguan pengangkutan dan penggunaan oksigen
oleh jaringan akibat tenggelam, pneumonia, keracunan CO.
Asidosis, akibat peningkatan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat
dalam darah
Wajah adenoid (wajah bodoh), penyempitan saluran
napas karena pembengkakan kelenjar limfa (polip), pembengkakan di tekak
(amandel).
Pneumonia, radang paru-paru akibat infeksi
bakteri Diplococcus pneumonia.
Difteri, penyumbatan faring/laring oleh lendir akibat infeksi
bakteriCorynebacterium diphteriae
Emfisema, menggelembungnya paru-paru akibat perluasan
alveolus berlebihan.
Tuberculosis (TBC), penyakit paru-paru akibat infeksi
bakteriMycobacterium tuberculosa.
Peradangan pada sistem pernapasan :
bronchitis, radang bronkhus.
laringitis, radang laring
faringitis, radang faring
pleuritis, radang selaput paru-paru
renitis, radang rongga hidung
sinusitis, radang pada bagian atas rongga hidung (sinus)
Kelainan pada sistem pernafasan menurut letaknya gangguannya
terdiri atas :
Gangguan/penyakit dinding alveolus
Gangguan/penyakit saluran pernapasan
Gangguan/penyakit sistem transportasi udara
Gangguan/penyakit dinding alveolus
Antara lain :
Pneumonia / Pnemonia, adalah suatu infeksi bakteri
diplococcus pneumonia yang menyebabkan peradangan pada dinding alveolus.
Tuberkolosis / TBC, merupakan penyakit yang disebabkan oleh
baksil yangmengakibatkan bintil-bintil pada dinding alveolus.
Masuknya air ke alveolus.
Gangguan/penyakit dinding alveolus
Antara lain :
Pneumonia / Pnemonia, adalah suatu infeksi bakteri
diplococcus pneumonia yang menyebabkan peradangan pada dinding alveolus.
Tuberkolosis / TBC, merupakan penyakit yang disebabkan oleh
baksil yangmengakibatkan bintil-bintil pada dinding alveolus.
Masuknya air ke alveolus.
Gangguan/penyakit sistem transportasi udara
Antara Lain :
Kontaminasi gas CO / karbon monoksida atau CN / sianida.
Kadar haemoglobin / hemoglobin yang kurang pada darah
sehingga menyebabkan tubuh kekurangan oksigen atau kurang darah alias anemia.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar